Kamis, 01 Agustus 2013

Guratan Arang | Anak Band

Terhanyut dalam pusaran impian dimasa muda. Impian menjadi seorang rockstar yang terlahir ingin menjadi terkenal. Menghibur dan membuat orang hanyut dalam buaian harmoni distorsi cadas yang mengusik setiap telinga pendengar.
Impian itu terjadi di malam Jumat usai membaca berita di koran "G n R" butuh drummer menggantikan sang drummer "Steven Adler" yang tewas karena OD !!!
Namanya mimpi siapa saja boleh berandai-andai dan itu terjadi pada diriku......ya gak disangka gak diduga abang kalian ini terpilih jadi drumernya !!! Senang, gugup, terharu bercampur menjadi satu dan hampir tak bisa berkata-kata lagi saat menerima telegram dari kantor G n R langsung.
Esok harinya digelar acara syukuran dan banyak yang menghadirinya. Harap maklum aja yang dibawa juga nama Indonesia coy.....
Singkat kata singkat cerita akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu saat jet pribadi G n R datang menjemput di bandara Polonia. Dan saat itu aku tiba di bandara dengan menaiki angkot dari rumah ke bandara. Setelah turun dan membayar terlihat kerumunan orang ramai di bandara seperti para pendemo membawa spanduk-spanduk yang sempat terlihat mata bertuliskan "rock will nver die", "We love G n R", "Marvell...jangan lupakan orang kompleks" dan yang agak aneh ada spanduk bertuliskan "Jangan menyerah tulang", dan banyak yang lain. Gegap gempita para fans bahkan ada diantara rombongan tersebut ada yang melantunkan lagu Paradise City.
Dan kukibaskan rambut gondrong ikalku dan terlihat Slash duduk diatas tangga pesawat dengan gayanya yang khas mengisap rokok dengan memakai topi khasnya sembari melambaikan tangannya ke arahku.
Dan aku melambaikan tangan sembari meminta jalan kepada para fans menuju jet pribadi tersebut. Belum lagi merasakan drum-nya namun sudah harus meladeni permintaan fans. Jarang-jarang coy ada kesempatan seperti ini seumur hidupku.
Akhirnya dengan susah payah aku bisa juga sampai ke tangga pesawat dan langsung disambut Axl Rose dengan sapaan "Horas" !!! Dan ku balas dengan "Horas too !!!" sambil berjabatan tangan.
Lalu Duff keluar dengan menggandeng cewek blonde bermata biru dan terkekeh melihat penampilanku yang memakai setelan kemeja dan celana kantor.
"Macam gak kayak anak band aja bro?" sambil melemparkan pakaian kulit ala rockstar beserta sepatu boot.
"Buka aja di situ langsung dan langsung ganti aja" ujar Slash.
Bisa dibayangkan bagaimana para fans berlarian hendak mengambil pakaian yang kubuka dan dengan terburu-buru juga aku berlari-lari menaiki tangga dan habis semua pakaian yang kubawa tadi. Dan saat pintu pesawat ditutup, para fans masih juga berlarian mencoba meraih tangga hendak numpang naik.
Dan sayup terdengar "Ian, bangun nanti terlambat kuliah lagi kau !!!"

Rabu, 23 Mei 2012

Guratan Arang | Kupu-kupu mungilku


Marvell Christian Siregar™

Guratan Arang | Memoar : Cengkerama antara sebatang pohon dan angin



Persembahan ulang tahun ke-90 buat Op.Amir Pasaribu
(21 Mei 1915 – 10 Pebruari 2010)
Marvell Christian Siregar™

Guratan Arang | Imajinasi Miring

terlintaskah dibenakmu
kau menjadi orang gila ?
jika jawabmu belum, cobalah
dengar apa yang terlintas di otakku
menjadi orang gila…
rambut gimbal panjang tak karuan
kutu bersarang…
ketombe…
debu
bercampur jadi satu
gigi berkerak…
mulut bau…
wajah hitam…
badan kotor hitam…
bau dekil
membuat orang menutup hidung
tak mengenakan pakaian
cawat kertas koran penghias tubuh
berjalan tak karuan
terkadang maju…
mundur…
berlari…
melompat…
berputar-putar…
jungkir balik…
makan dari tong sampah
kais sana…kais sini
menangis…tertawa…menyeringai
tersenyum sambil memelintir rambut
terus berjalan…jalan…jalan
sampai ujung dunia
orang yang kutemui kadang melempariku sambil berkata :
“orang gila…awas !!!”
ku tak pernah berpikir walau tubuhku terluka
yang ada hanya tetap berpikir seperti orang gila
janganlah tersenyum apalagi tertawa
tapi renungkanlah…

Medan 1993
Marvell Christian Siregar™

Guratan Arang | Tersingkir



Buang,
…buanglah jauh
Tepi,
…tepikanlah aku
Sisih,
…sisihkanlah dari bayangmu
Lalukan jejak ditiup angin
Karmaku…
Pernah dimuat di Pusat Sajak Sedunia®  | 13.05.2000
http://www.melayu.com/karya/sajak.htm
Marvell Christian Siregar™

Selasa, 27 Maret 2012

Guratan Arang | Bocah & Kemerdekaan

Kulangkahkan kedua kaki menyusuri tepian pematang
Terdengar sayup nyanyian serombongan bocah cilik

“Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya Bangsa Indonesia…”

Lambat tapi pasti suara itu mendekatiku
Kuhentikan langkah sejenak.
Bocah-bocah kecil berbaris dengan kaki berselimut debu
Bertelanjang dada dan dekil
Sambil berlari kecil panggul senjata pelepah pisang
Dengan merah putih kecil di tangan berlalu di depanku
Nyanyian terus berkumandang

Ku tersenyum…
Ku terharu…
Di wajah yang lugu tergaris senyum disertai gelak tawa
Ku tak tahu apakah itu ungkapan mereka akan kemerdekaan

Lambat tapi pasti suara itu menjauhiku
Sayup terdengar suara pekik “MERDEKA”
Tegakku diatas kedua kaki ini

Ku merenung…
Cukupkah perjuangan kita sampai disini ???
Belum sempat ku menjawab pekik itu hilang dikejauhan

Kubulatkan tekad,
Perjuangan tidak mengenal akhir
Terus gelorakan dan pekik kemerdekaan di dada kita
Anak Indonesia

Merdeka !
Merdeka !
Merdeka !




Dimuat di warta Toba Pulp Lestari – No.08/II/2005|Agustus 2005
Marvell Christian Siregar™

Senin, 26 Maret 2012

Sabtu, 24 Maret 2012

Guratan Arang | BMO




catatan :
bemo merupakan moda transport darat yang merupakan singkatan becak motor.
Inspirasi ini terlahir semasa penulis menggunakan jasa bemo sewaktu bersekolah dan dituangkan dalam coretan ini.

Marvell Christian Siregar™

Senin, 19 Maret 2012

Refleksi Merah Putih


Belum hilang dan masih segar dalam ingatan kita, ketika untuk pertama kali tim sepakbola Indonesia tampil berlaga di Piala Asia 2007 atau kejuaraan-kejuaraan bertaraf dunia , dimana sejenak setiap rakyat Indonesia seakan lupa dan terhipnotis dan lupa akan multi krisis yang sedang melanda bumi pertiwi ini. Kebhinekaan yang menjadi satu serta rasa nasionalisme yang kental sangat terasa saat tim Indonesia berjuang untuk memberikan kemampuannya yang terbaik di pentas dunia demi Indonesia Raya. Jatuh bangun para pemain yang berjibaku menunjukkan semangat yang pantang menyerah serta diiringi tepuk tangan riuh rendah dari masyarakat yang terus memberikan dukungan dan semangat seolah memberikan semangat dan tenaga baru bagi setiap anak negeri ini untuk berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Hati siapa dari anak negeri ini yang tidak tergetar dan membuat bulu kuduk merinding ketika Indonesia Raya berkumandang gagah membahana angkasa di penjuru jagad ini. 
“……marilah kita berseru
Indonesia bersatu…..
Hiduplah tanahku….
Hiduplah negriku….
Bangsaku….
Rakyatku….
Semuanya…..
Bangunlah jiwanya……
Bangunlah badannya…….
Untuk Indonesia Raya……..”

Sebagai anak negeri ini, pasti kita sangat merindukan Indonesia yang dulu, dimana segenap komponen bangsa ini sama-sama berjuang dengan darah, air mata, material berbekal semangat pantang menyerah dan semangat patriotisme dan dilandasi rasa nasionalisme dengan tidak mengenal suku, agama dan ras, serta doa yang dipanjatkan untuk mohon ridho-Nya merebut sebuah kemerdekaan yang bebas dari fasilitas persenjataan yang minim. Namun mengapa sekarang kita tidak bisa berbuat seperti itu lagi ?
Bila mendengar yel-yel “Indonesia….Indonesia….Indonesia” di setiap pertandingan olahraga internasional, sadar atau tidak sadar nurani kita akan tersentuh dan seperti ada semangat baru yang memotivasi kita untuk bangun menyatukan langkah dan berjalan bersama merebut kemerdekaan yang kedua yaitu lepas dari belenggu kemiskinan untuk tampil menjadi bangsa yang sejahtera adil dan makmur sesuai yang dicita-citakan para pendiri negeri ini.

Multi krisis yang mendera pada saat ini bukanlah menjadikan kita menjadi bangsa yang pesimis namun seharusnya menjadi cambuk yang melecut semangat kita untuk tetap optimis dan siap tampil dipanggung dunia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat. Mari lepaskan semua atribut yang menghambat kemajuan dan tunjukkan bahwa sejak dahulu kala kita adalah bangsa yang besar dan terkenal dalam sejarah yang mampu berdiri tegak menatap masa depan bangsa yang lebih cerah. Menjadi utang segenap anak negeri untuk melanjutkan perjuangan dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Ya, untuk satu Indonesia Raya !!! 

Marvell Christian Siregar™